Tidak
dimungkiri bahwa upaya pembuatan vaksin dan pencarian obat yang efektif untuk
penanganan Covid-19 terus dilakukan. Namun, dikarenakan virus tersebut adalah
perkara yang baru, maka proses pencarian obat tersebut memerlukan jalan yang
panjang. Oleh karenanya, kalangan peneliti juga turut mencari alternative yang
bisa digunakan dengan lebih cepat. Salah satunya dengan azithromycin.
Sebagaimana
diketahui, serangan virus Covid-19 bisa mengakibatkan peradangan pada paru dan
kerusakan jaringan yang cenderung parah. Oleh karenanya, penggunaan
azithromycin diterapkan karena obat ini bisa menstimulasi sistem pertahanan
tubuh di mana nantinya tubuh akan menjadi lebih kuat untuk menghadapi serangan
virus tersebut.
Namun,
pertanyaannya, seberapa efektif penggunaan azithromycin dan adakah efek samping
yang akan ditimbulkan?

Sekilas
Tentang Azithromycin
Beberapa
kalangan mungkin masih awam dengan obat yang satu ini. Memang, azithromycin
bukan termasuk obat yang mudah didapatkan di warung sehingga wajar jika banyak
masyarakat yang sebelumnya tidak memahami obat yang satu ini.
Azithromycin
sebenarnya merupakan obat yang banyak digunakan dalam penanganan masalah
infeksi bakteri tertentu, seperti pada radang paru-paru, gangguan bronkhitis,
infeksi pada telinga, sakit tenggorokan hingga masalah organ reproduksi.
Bahkan, azithromycin juga sering dijadikan salah satu obat untuk mengurangi
masalah kesehatan pada penderita HIV.
Bisa
dikatakan jika azithromycin diterapkan salah satunya untuk penanganan pada
masalah pernapasan –hal yang banyak ditemukan pada penderita kasus Covid-19.
Oleh karenanya, beberapa kalangan medis seakan memberikan rekomendasi
penggunaan azithromycin sebagai salah satu alternative yang bisa digunakan
sebelum nantinya obat Covid-19 serta vaksin yang ampuh selesai diproduksi.
Seberapa
Efektif Azithromycin Untuk Penanganan Covid-19?
Meskipun
ada kabar yang menyatakan tentang penggunaan azithromycin sebagai salah satu
alternative obat penanganan Covid-19, tentu penting untuk menanyakan
efektivitas dari obat ini. Ya, hal ini sangat penting agar nantinya masyarakat
tidak salah sangka dengan penggunaannya.
Terkait
obat ini, salah satu jurnal yang diterbitkan The Lancet mengatakan bahwa tidak
ada perbedaan yang signifikan pada pasien Covid-19 yang diberikan obat azithromycin,
terutama pada mereka yang memiliki gejala yang cenderung berat. Selain itu,
badan obat internasional juga belum memberikan izin yang resmi terkait
penggunaan azithromycin sebagai penangana Covid-19.
Oleh
karenanya, dengan beberapa penjelasan di atas, bisa dikatakan jika azithromycin
sebenarnya tidak terlalu tepat untuk penanganan Covid-19. Terlebih, belum ada
penelitian lebih lanjut yang menyatakan bahwa obat ini memiliki manfaat yang
positif untuk para penderita.
Apakah
Ada Efek Samping dari Penggunaan Azithromycin?
Lalu,
bagaimana dengan penderita Covid-19 yang telah menggunakan azithromycin sebagai
obat penanganan alternative? Apakah ada efek samping yang akan ia dapatkan?
Terkait
efek samping, dalam hal ini, ketua Department Farmakologi dari Fakultas
Kedokteran Universitas Colorado mengatakan jika ada kekhawatiran dampak
kesehatan yang serius dalam penggunaan azithromycin sebagai alternative obat
Covid-19. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa azithromycin harus mengalami uji
klinis terstruktur terlebih dahulu sebelum dipastikan penggunaannya.
Perlu
diketahui bahwa azithromycin sebenarnya merupakan obat keras yang tidak
diedarkan dengan bebas. Konsumsi azithromycin akan memberikan beberapa efek
samping pada tubuh, diantaranya adalah detak jantung yang tidak teratur, napas
yang cenderung berat, kelelahan yang lebih berat, otot yang melemah dan
lainnya.
Oleh
karenanya, penggunaan azithromycin belum dianjurkan untuk penderita Covid-19
kecuali telah ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan manfaat dan
fungsinya. Untuk pilihan obat lain terutama penanganan pada gejala ringan, Anda
bisa mencoba mendapatkannya di Toko SehatQ. Selain mudah, ada penjelasan mengenai masing-masing obat sesuai
peruntukannya.
Deskripsi: azithromycin dianggap sebagai salah satu obat alternative yang bisa digunakan untuk mengatasi Covid-19. Sayangnya, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.





